Senin, 23 September 2013

10 hewan mematikan di dunia

Pada artikel ini, akan dibahas mengenai 10 hewan paling mematikan di dunia. Anda mungkin berpikir bahwa beberapa hewan yang disebutkan berikut ini tidaklah berbahaya, bahkan dapat dikatakan baik. Tetapi terkadang bahkan hewan paling 'baik'-pun dapat menjadi berbahaya. Berikut 10 hewan paling mematikan di dunia.
10. Poison Dart Frog
poison dart frog
Merupakan hewan asli hutan hujan Amerika Selatan yang aktif di siang hari, dengan karakteristik tubuhnya yang penuh warna dan cerah. Walaupun berukuran kecil (kebanyakan hanya sekitar 1 inci), tetapi mereka dipertimbangkan sebagai salah satu kodok paling beracun di dunia.
Jika terancam, mereka akan mengeluarkan lendir beracun pada tubuh mereka yang dapat membunuh 10 manusia. Bahkan, penduduk lokal menggunakan racun mereka untuk berburu.
9. Komodo
Dikenal juga sebagai Komodo Dragon, dapat ditemukan di Pulau Komodo, Indonesia. Merupakan kadal terbesar dengan gigitan yang sangat mematikan. Dengan ukurannya yang besar, tentu ukuran gigitannya juga akan mematikan. Walaupun mangsanya dapat kabur dan terlepas dari gigitannya, mangsanya tidak akan dapat bertahan lama karena bakteri mematikan yang terdapat di air liur hewan Komodo ini.
Walaupun hewan ini sangat mematikan, tingkat kematian manusia yang disebabkan olehnya, hanya sedikit. Tapi ini mungkin karena fakta hanya sedikit manusia yang berani berada di dekatnya



8. Lalat Tsetse
Lalat tsetse dipertimbangkan sebagai hewan paling mengganggu dan mematikan di Afrika. Alasannya adalah karena kemampuannya membawa penyakit mematikan yang disebut sleeping sickness dan nagana. Sleeping sickness adalah penyakit parasit yang dapat mengenai manusia dan menyebabkan rasa ngantuk dan injeksi parasit oleh lalat ini, sedangkan nagana adalah penyakit yang mengenai hewan.
Penyakit 'sleeping sickness' dapat berbahaya jika dibiarkan, tetapi obat sekarang ini dapat menyembuhkannya cukup baik jika diketahui. Salah satu teknik untuk membunuh lalat ini adalah membunuh makanan utamanya, yakni hewan ternak.
7. Kuda Nil
kuda nil
Kuda nil biasanya ditemukan di Afrika dan bertanggung jawab atas kematian manusia lebih banyak daripada hewan besar lainnya. Kuda Nil Betina dan Jantan memiliki alasan yang berbeda atas penyerangannya. Seekor kuda nil jantan memiliki keinginan besar untuk melindungi wilayahnya, sedangkan si betina melindungi anak-anaknya, dan mereka cukup agresif terkait hal ini.
Senjata mematikan dari kuda nil ini tentu adalah mulutnya yang beasr, mulutnya dapat disetarakan dengan tenaga penghancur yang jauh melebihi palu, bahkan dapat menghancurkan semangka dengan mudah.
6. Ikan Hiu Putih (Great White Shark)
ikan hiu putih
Mungkin Anda sudah sering mendengar ikan hiu ini terkait atas serangan mematikannya. Tetapi, pada kenyataannya, Hiu ini tidak menyerang manusia dengan alasan keganasan, melainkan keingintahuan mereka yang menggigit segala yang mereka ingin tahu. Biasanya begitu mereka menggigit manusia, mereka akan kabur, tapi sayangnya gigitan pertama inilah yang membunuh manusia.
Dengan sekitar 3.000 (tiga ribu) gigi mereka yang tajam, tentu hal tersebut akan mematikan. Ada yang mengatakan, begitu mereka merasakan daging manusia sekali, mereka akan suka dengan rasanya.
5. Buaya Air Asin (Saltwater Crocodile)
buaya air asin
Merupakan reptil terbesar di dunia, buaya ini sangat berbahaya yang setiap tahunnya membunuh ratusan orang, tepatnya 800. Hidup di sepanjang tropis Afrika, Asia, Amerika dan Australia pada sungai dan danau. Jika kita membicarakan buaya saja bukan buaya air asin, maka kematian yang disebabkan adalah sekitar 2.000 (dua ribu) orang setiap tahunnya.
Mereka terkenal karena teknik membunuhnya yang disebut 'death roll' dimana begitu mereka menggigit mangsanya, mereka akan berputar yang menyebabkan daging mangsanya terkoyak-koyak.
4. Carpet Viper
carpet viper
Jika kita membicarakan hewan mematikan, tentu ular pasti salah satu di dalamnya. Walaupun mungkin Carpet Viper bukan yang paling beracun, tetapi ia yang menyebabkan banyak kematian di dunia karena gigitan ular.
Racunnya menyebabkan mangsanya berdarah hingga mati karena dari daerah gigitannya darah akan terus mengalir tanpa henti. Walaupun kemampuan medis sekarang ini dapat mencegah hal tersebut, sayangnya kejadian gigitan ular ini sering terjadi di daerah dengan fasilitas medis yang kurang.
3. Ubur-Ubur Kotak Australia
hewan mematikan ubur ubur kotak
Walaupun kita membicarakan mengenai Ubur-Ubur Kotak Australia, pada kenyataannya kebanyakan ubur-ubur kotak memang mematikan. Tapi ubur-ubur kotak Australia adalah salah satu hewan laut paling mematikan yang diketahui manusia. Dapat ditemukan di lautan Australia dan kawasan Indo-Pasifik.
Setiap sengatannya adalah beracun, yang apabila setiap tentakelnya digabungkan dapat membunuh sekitar 50 manusia. Sengatannya dapat memberikan rasa terbakar yang sangat menyakitkan. Bahkan dikatakan setiap tahunnya ada sekitar 100 kematian dengan kematian lain yang tidak dilaporkan dengan alasan agar tidak menakutkan wisatawan.
2. Brazilian Wandering Spider
Disebut juga sebagai Laba-laba Pisang (Banana Spiders), mereka dikatakan adalah laba-laba paling beracun di dunia. Dapat ditemukan di kawasan tropikal Amerika Selatan, dengan satu spesiesnya dapat ditemukan di Amerika Pusat. Walaupun mereka sangat mematikan, hanya sedikit kematian yang disebabkan oleh mereka.
Walaupun ukurannya tidak dapat dikatakan besar, jangan tertipu dengan ukuran mereka. Racun mereka 18 kali lebih mematikan dari laba-laba Black Widow, begitu terkena maka akan menyebabkan rasa sakit yang luar biasa. Bagi kaum Pria, akan menyebabkan efek samping yang cukup aneh dan memalukan, yakni ereksi yang menyakitkan.
1. Nyamuk
hewan mematikan nyamuk
Siapa yang bilang ukuran menentukan segalanya? Ya, ini tidak berlaku bagi serangga satu ini. Walaupun bentuknya kecil, ia sering dikatakan sebagai hewan paling mematikan. Nyamuk diperkirakan telah menyebabkan kematian sekitar 700 juta orang dengan setiap tahunnya 2 sampai 3 juta orang meninggal karenanya.
Alasan mengapa serangga ini mematikan adalah karena penyakit yang disebabkannya, yakni malariaelephantiasisyellow feverwest nile virus.

Sumber : www.tahupedia.com

hewan hewan langka di Indonesia yang hampir punah


Macan Tutul Jawa atau Leopard
Macan Tutul Jawa atau Leopard
  • Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas) atau Javan Leopard; Disebut juga Macan Kumbang dengan jumlah populasinya diperkirakan di bawah 250 ekor (IUCN 2008). Lebih detail baca: Macan Tutul Jawa.

badak sumatera
Badak sumatera
  • Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) atau Sumatran Rhinoceros; Merupakan badak bercula dua yang populasinya diperkirakan tidak lebih dari 275 ekor. Lebih detal baca: Badak Sumatera.

Leucocephalon yuwonoi (kura-kura hutan sulawesi atau kura-kura paruh betet)
Leucocephalon yuwonoi (kura-kura hutan sulawesi)
  • Kura-kura Hutan Sulawesi (Leucocephalon yuwonoi) atau Sulawesi Forest Turtle; Kura-kura endemik sulawesi yang pernah terdaftar sebagai The World’s 25 Most Endangered Tortoises and Freshwater Turtles—2011 dengan populasi kurang dari 250 ekor. Selengkapnya baca: Kura-kura Hutan Sulawesi nan Langka.
Elang Flores
Elang Flores
  • Elang Flores (Nisaetus floris) atau Flores Hawk-Eagle; Burung elang endemik Flores dengan populasi antara 150-300 ekor. Penjelasan detail baca: Elang Flores Raptor Endemik.

Rusa Bawean
Rusa Bawean
  • Rusa Bawean (Axis kuhlii) atau Bawean Deer; Rusa endemik pulau Bawean, Jawa Timur. Populasinya antara 250–300 animals (Semiadi 2004). Selengkapnya baca:Rusa Bawean.
Burung Tokhtor Sumatera yang tertangkap camera trap
Burung Tokhtor Sumatera
  • Tokhtor Sumatera (Carpococcyx viridis) atau Sumatran Ground Cuckoo; Burung endemik Sumatera dengan populasi sekitar 70-400 ekor. Penjelasan lengkap baca:Tokhtor Sumatera.

Katak Merah atau Katak Api Satwa Nasional 2011
Katak Merah
  • Katak Merah (Leptophryne cruentata) atau Bleeding Toad; Adalah katak endemik yang hanya hidup di TN Gunung Halimun-Salak dan TN Gede Pangrango. Populasi tidak diketahui. Baca: Katak Merah
Disamping itu, hewan-hewan langka asli Indonesia lainnya adalah:
  • Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) atau Bali Starling; Populasi antara 1.000 – 2.499 ekor (BirdLife, 2001).
  • Celepuk Siau (Otus siaoensis) Siau Scops-owl; Populasi kurang dari 50 ekor (BirdLife, 2000).
  • Burung Kacamata Sangihe (Zosterops nehrkorni) atau Sangihe White-eye; Populasi kurang dari 50 ekor (BirdLife, 2000).
  • Gagak Banggai (Corvus unicolor) atau Banggai Crow; Populasi antara 50 – 250 ekor (Birdlife, 2011)
  • Tarsius Siau (Tarsius tumpara) atau Siau Island Tarsier; Populasi 1.300 ekor (2009).
  • Beruk Mentawai (Macaca pagensis) atau Pagai Island Macaque; Populasi 2.100-3.700 ekor (2004).
  • Gajah Sumatera (Elephas maximus ssp. sumatranus) atau Sumatran Elephant; Populasi antara 2.400 – 2.800 (2007).
  • Orangutan Sumatera (Pongo abelii) atau Sumatran Orangutan; Populasi 6.500 ekor (2007).
  • Simakobu (Simias concolor) atau Pig-tailed Langur; Populasi 6.700 – 17.300 ekor (IUCN, 2006)
  • Kakatua Kecil Jambul Kuning (Cacatua sulphurea) atau Yellow-crested Cockatoo; Populasi sekitar 7.000 ekor.
  • Burung Trulek Jawa (Vanellus macropterus) atau Javan Lapwing; Populasi: NA
  • Kodok Sumatera (Duttaphrynus sumatranus) atau Sumatera Toad; Populasi: NA
  • Kodok Pohon Ungaran (Philautus jacobsoni); Populasi: NA
  • Ekidna Moncong Panjang Barat (Zaglossus bruijnii) atau Western Long-beaked Echidna; Populasi NA
  • Kuskus Beruang Talaud (Ailurops melanotis) atau Talaud Bear Cuscus; Populasi NA
Itulah daftar ke-25 hewan langka di Indonesia. Seperti yang disebut di atas, daftar ini tidak menunjukkan pemeringkatan dan juga bukan daftar keseluruhan. Daftar yang lebih lengkap bisa dibaca di: Daftar Lengkap Hewan Langka Indonesia.
Referensi:www.iucnredlist.org;www.birdlife.org; Gambar: artikel Alamendah’s Blog terdahulu